Kamis, 17 Mei 2012


Energi Kinetik Gas
Setiap partikel gas ideal selalu bergerak shg memiliki energi kinetik : Ek =    kT
Sedangkan Energi kinetik untuk N partikel gas ideal dirumuskan :
  Ek  =   NkT atau   Ek  =   n R T
  Dalam gas ideal hanya terdapat energi kinetik, tidak ada energi lain sehingga energi kinetik juga disebut dg energi dalam (U). Besarnya energi dalam untuk gas monoatomik
( He,Ne dan Ar) ditentukan oleh
  U =      N k T atau U =    n R T
Sedangkan untuk gas diatomik ( H2, O2, N2).
Eneri dalam gas

Suhu rendah (  300K ),    U= 3/2 N kT
Suhu sedang (  500 K),    U= 5/2 N k T
Suhu Tinggi   (    1000K), U = 7/2 N k T
vTekanan  Gas Ideal
Persamaan tekanan gas ideal dirumuskan sbb :
  P=   1/3 Nmv/V            
P = tekanan gas ideal
V = volum gas m3
v=kecepatan partikel gas ( m/s )
Oleh karena Ek= ½ mv2 maka :
  P     =  2/3 NEk/V

Contoh
1.Berapakah besarnya energi kinetik sebuah atom Helium pada suhu 2270C
2.  Suatu gas ideal mempunyai energi dalam 1,01 x 1028 Joule. Tentukan jumlah mol gas ideal tsb bila besar energi kinetik 5kJ....mol
3. Didalam sebuah ruang tertutup terdapat     gas dengan suhu 270C, apabila gas dipanaskan sampai energi kinetiknya menjadi 5 kali energi kinetik semula. Maka gas itu harus dipanaskan sampai suhu…. 0C
4.Dalam suatu ruangan terdapat 800 miligram gas dg tekanan 1 atm, kelajuan rata-rata partikel 750 m/s, jika 1 atm= 105 Pa.berapakah volum ruangan tsb
5.Pada sebuah tabung tertutup yang bervolume 10 L terdapat 20 mol gas ideal dan tekanan 2 atm,jika banyaknya molekul gas dalam tabung 10 x 1021 ,tentukan energi kinetik gas dalam tabung
6.Hitung energi dalam gas Helium sebanyak 2 mol pada suhu 270 C...
SOAL LATIHAN FISIKA, MATERI LISTRIK DINAMIS                                                 Jumat 18  MAI 2012
NAMA     :
KELAS      :

1.     Diketahui kuat arus sebesar 0,5 ampere mengalir pada suatu penghantar  yang memiliki beda potensial 12 volt. Tentukan hambatan  listrik penghantar tersebut!
2.     Diketahui sebuah kawat penghantar memiliki panjang 100 m, luas penampang 1,5 cm2, dan hambatan jenis sebesar  20 × 10- 5  ohm meter. Tentukan besarnya hambatan kawat tersebut!
3.   Seorang siswa melakukan pengukuran GGL sebuah baterai seperti pada gambar berikut :







Jika sakelar (S) ditutup dan arus listrik mengalir sesuai arah A→B, maka urutan perubahan energi yang terjadi adalah ….
A.      energi kimia à energi gerak à energi listrik
B.       energi kimia à energi listrik à energi gerak
C.       energi gerak à energi kimia à energi listrik
D.      energi gerak à energi listrik à energi kimia
4.      Perhatikan gambar rangkaian listrik tertutup berikut


Bila hambatan dalam baterai diabaikan, makategangan terukur ditunjukkan voltmeter V sebesar ….
A.       4 volt       C.   12 volt               E.   18 volt
B.       8 volt       D.   16 volt
5.   Perhatikan gambar rangkaian listrik tertutup berikut !







Jika hambatan dalam baterai diabaikan, maka kuat arus listrik ( I ) yang mengalir dalam rangkaian tersebut adalah ....
A.    3,6 A        C.  1,7 A                   E.   0,4 A                 
B.    2,5 A        D.  0,6 A



6.   Perhatikan rangkaian tertutup berikut ini
soal%20loop
                jawab%20loop
Diketahui:
E= 8 V
E=1 8 V
R= 4 ohm
R= 2 ohm
R= 6 ohm
Ditanya :  I1,I2 dan I3 …?
Tentukan kuat arus yang mengalir pada masing-masing hambatan!
7.      Sepotong kawat panjangnya 2 m mempunyai luas penampang 6 x 10-7 m2. Jika hambatan kawat tersebut adalah 3 ohm, hitunglah hambatan jenis kawat itu!
8.      Tiga buah hambatan disusun secara paralel R1 = 2 ohm, R2 = 4 ohm, R3= 12 ohm, dengan tengangan 10 volt, barapakah arus yang mengalir pada rangkaian tersebut?
9.      Perhatikan gambar berikut
         Besar kuat arus yang mengalir melalui rangkaian tersebut adalah…..A
         a. 1                    c. 2,75                     e. 3
         b. 1,5                 d. 2
10.    Hambatan  pengganti pada gambar di bawah adalah ...
a.    26 Ohm      c. 15 Ohm               e. 10 ohm
b.    16 Ohm      d. 11 Ohm


                                   Saya Pasti bisa!!!!,…smangat J J J

Jumat, 20 April 2012

KONNDUKTIVITAS


Perpindahan Kalor Secara Konduksi
Partikel-partikel dalam zat padat sangat berdekatan dan diikat dengan kuat oleh gaya tarik antarpartikel. Karena itu, partikel-partikel dalam zat padat hanya dapat bergetar dan berputar di tempatnya, tetapi tidak berpindah.
Mula-mula partikel-partikel pada ujung A yang dipanasi bergetar lebih cepat, sementara partikel-partikel pada ujung B bergerak lebih lambat. Partikel-partikel pada ujung A yang bergetar cepat menumbuk partikel-partikel terdekatnya dan memindahkan kalornya. Partikel-partikel ini mulai bergetar lebih cepat dan pada gilirannya menumbuk partikel-partikel terdekatnya sambil memindahkan kalornya. Demikian seterusnya hal ini berlangsung sampai ujung dingin B yang dipegang, yang semula partikel-partikelnya bergetar lambat, menjadi bergetar lebih cepat. Sebagai hasilnya ujung B yang semula dingin menjadi panas.

Uraian di atas dengan jelas menyatakan bahwa kalor berpindah dari satu partikel ke partikel lainnya tanpa partikel-partikel tersebut berpindah. Jadi, dapat disimpulkan konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel tersebut. Ini karena jarak antarpartikel dalam zat padat sangat dekat dibandingkan dengan jarak antarpartikel dalam zat cair maupun zat gas.

a.  Konduktor dan Isolator
Zat padat adalah konduktor yang lebih baik daripada zat cair maupun gas. Hal ini dikarenakan di dalam zat padat, jarak antarpartikel lebih dekat daripada dalam cairan dan gas. Dengan demikian, energi kalor dapat dipindahkan secara konduksi dengan lebih cepat.
Akan tetapi, daya hantar kalor berbagai zat berbeda. Umumnya, logam adalah penghantar kalor yang baik secara konduksi. Logam memiliki banyak elektron bebas. Elektron-elekron bebas dalam logam inilah yang berperan, sehingga logam memiliki konduksi kalor yang sangat baik. Elektron-elektron bebas ini bebas untuk bergerak dalam ruang-ruang di antara partikel-partikel sebelum bertumbukan dengan elektron-elektron bebas lain dan memindahkan sebagian energi kalor-kalornya ke elektron-elektron lain. Proses ini berlangsung lebih cepat daripada konduksi oleh getaran molekul-molekul dalam benda. Oleh karena itu, logam mengonduksikan kalor jauh lebih cepat daripada zat-zat padat bukan logam yang tidak memiliki elektron-elektron bebas.
Zat-zat bukan logam, seperti kayu, kaca, kertas, wol, dan plastik adalah penghantar kalor yang buruk. Penghantar kalor yang baik disebut konduktor, sedangkan penghantar kalor yang buruk disebut isolator.

b.  Pemakian Konduktor dan Isolator dalam Keseharian
1. Kawat kasa (konduktor) sering diletakkan diatas sebuah pembakar bunsen untuk menghantarkan kalor yang keluar dari api secara merata. Sebuah bejana kaca dapat dengan aman dipanaskan diatas kasa sebab kasa melindungi bejana dari konsentrasi kalor api. Jika bejana kaca langsung dipanaskan pada pembakar bunsen, ada kemungkinan bejana kaca pecah. Penyebabnya adalah, kaca itu tidak tahan terhadap konsentrasi api yang menghasilkan energi kalor yang sangat tinggi (konsentrasi apai adalah api yang memusat pada satu titik).
2. Panci pada umumnya terbuat dari aluminium, tembaga, atau besi. Bahan-bahan ini tergolong konduktor, sehinga mudah menghantarkan kalor dari api ke bahan makanan atau air yang dimasak.
3. Jika gagang panci juga terbuat dari bahan logam (tergolong konduktor) maka gagang akan cepat panas dan tangan kita tak akan lama memegang gagang itu. Karena itu, gagang panci dibuat dari bahan kayu atau plastik (tergolong isolator). Walaupun panci penuh dengan sup panas, gagang panci tetap dingin, sehingga dapat dipegang tanpa merasa panas.
4. Dasar setrika listrik terbuat dari logam (konduktor) agar dapat menghantar kalor dari energi lisrik kepakaian yang disetrika. Agar dapat memegang setrika tanpa mersa panas, gagang setrika dibuat dari plastik (isolator). Ketika setrika tidak digunakan, dasar setrika diletakkan di atas tutup penghambat kalor yang terbuat dari bahan isolator. Dengan demikian, dasar setrika tidak memanasi meja setrika.

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Kalor Konduksi
 Laju konduksi kalor bergantung pada empat besaran, yaitu:
1. Beda suhu (∆T = T1 – T2)
Makin besar beda suhu, maka makin cepat perpindahan kalor.
2. Ketebalan dinding (d)
Makin tebal dinding, maka lambat perpindahan kalor.
3. Luas permukaan (A)
Makin besar luas permukaan, maka makin cepat perpindahan kalor.
4. Konduktivitas termal zat (k), adalah ukuran kemampuan zat menghantarkan kalor
Makin besar nilai k, maka makin cepat perpindahan kalor.

Rabu, 18 April 2012

soal latihan

soal latihan

Question #1: sifat cermin adalah....


Question #2: sifat lensa adalah...


Question #3: 72 km/jam = ...... m/s


Question #4: 1 joule = ....... kalori


Question #5: rumus untuk menghitung gaya adalah.....


soal fisika alat alat optik, suhu dan kalor

Selasa, 17 April 2012

GERAK MELINGKAR BERATURAN SILAHKAN KLIK DISINI
SILAHKAN DONWLOAD SOAL LATIHAN GERAK ROTASI DAN HUKUM GRAVITASI NEWTON UNTUK SISWA KELAS X SMA KLIK  DISINI